“Maka dengan ini kami deklarasikan Solidaritas Masyarat Indonesia untuk Keadilan (SMI-Keadilan)” Kalimat penutup deklarasi tersebut yang dibacakan secara politis di hari romantis menandai mulai diluncurkannya SMI Keadilan di Jakarta pada Senin sore (14/1) yang dihadiri orang biasa dari berbagai latar belakang.

SMI Keadilan digagas oleh sejumlah kalangan yang juga dari beragam latar belakang. Mereka adalah (berdasarkan urutan abjad) adalah A. Rahman Tolleng, Arbi Sanit, Adzanta Bilhaq, April Tiatco, Bagus Takwin, Benny Handoko, Damianus Tautan, Dana Iswara, Donny Ardiyanto, Gadis Arivia, Lynda Ibrahim, Monalisa Djafaara, Robertus Robert, Rocky Gerung, Sri Indahwati, Sondaryani Vagher, Sony Tan, Susy Rizky, Wimar Witoelar, Yoshi Erlina.

SMI Keadilan didirikan untuk mempersiapkan pemimpin nasional dengan kriteria Jujur, Tegas, dan Mampu. Organisasi ini berbentuk perhimpunan sukarela, menampung semua orang yang ingin segera mewujudkan sebuah Indonesia yang bersih, berwibawa, dan adil.

SMI Keadilan mengambil inspirasi kepemimpinan berintegritas pada figur Sri Mulyani Indrawati. “Ia telah berjuang mempertahankan prinsip-prinsip etika publik dalam mengelola negara. Ia juga teguh pada pendirian hati nuraninya untuk tidak sedikitpun terlibat dalam konflik kepentingan,” kata Susy Rizky, Ketua Panitia peluncuran SMI Keadilan.

Salah satu kegiata dari SMI Keadilan adalah menyelenggarakan pendidikan politik dan keadilan, serta mengorganisir lingkungan politik untuk memunculkan pemimpin yang bermutu.

Bersamaan peluncuran SMI Keadilan, para penggagasnya juga meluncurkan Rumah Integritas yang menjadi sekretariat gerakan tersebut. Acara peluncuran Rumah Integritas dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh tiga wanita yang bergiat di bidangnya masing-masing yaitu Susy Rizky mewakili SMI Keadilan, Musdah Mulia mewakili kalangan intelektual, dan Dana Iswara mewakili kalangan orang biasa.

Bagi orang biasa yang ingin turut terliabat dan mendukung SMI-Keadilan dapat menghubungi dan mendatangi Rumah Integritas yang beralamat di jalan Latuharhary No.16, Menteng, Jakarta Pusat.

GENERALISASI=“Maka dengan ini kami deklarasikan Solidaritas Masyarat Indonesia untuk Keadilan (SMI-Keadilan)” Kalimat penutup deklarasi tersebut yang dibacakan secara politis di hari romantis menandai mulai diluncurkannya SMI Keadilan di Jakarta pada Senin sore (14/1) yang dihadiri orang biasa dari berbagai latar belakang.

Hipotesa=SMI Keadilan digagas oleh sejumlah kalangan yang juga dari beragam latar belakang. Mereka adalah (berdasarkan urutan abjad) adalah A. Rahman Tolleng, Arbi Sanit, Adzanta Bilhaq, April Tiatco, Bagus Takwin, Benny Handoko, Damianus Tautan, Dana Iswara, Donny Ardiyanto, Gadis Arivia, Lynda Ibrahim, Monalisa Djafaara, Robertus Robert, Rocky Gerung, Sri Indahwati, Sondaryani Vagher, Sony Tan, Susy Rizky, Wimar Witoelar, Yoshi Erlina.

teori=SMI Keadilan mengambil inspirasi kepemimpinan berintegritas pada figur Sri Mulyani Indrawati. “Ia telah berjuang mempertahankan prinsip-prinsip etika publik dalam mengelola negara.

analogi=SMI Keadilan didirikan untuk mempersiapkan pemimpin nasional dengan kriteria Jujur, Tegas, dan Mampu. Organisasi ini berbentuk perhimpunan sukarela, menampung semua orang yang ingin segera mewujudkan sebuah Indonesia yang bersih, berwibawa, dan adil.

Induksi=Salah satu kegiata dari SMI Keadilan adalah menyelenggarakan pendidikan politik dan keadilan, serta mengorganisir lingkungan politik untuk memunculkan pemimpin yang bermutu.